Thursday, December 30, 2010
Kumpulan Q&A dari pembaca blog "Informasi Studi Medik di Jerman"
Q : Berapa lama studi S1 kedokteran di Jerman?
A : S1 kedokteran di Jerman lamanya 6 tahun juga, terdiri dari 5 tahun preklinik dan 1 thn klinik(koas/praktisches Jahr). Tapi itu belum termasuk studienkolleg selama 1 tahun.
Q : untuk bedah plastik, apa harus selesai bedah umum dulu di Indonesia atau bisa langsung?
A : jawaban dari hendrawan adiguna lie di fb german doctor community:
Plastische chirurgie harus mulai dr Basic chirurgie seperti bedah lainnya selama 2 tahun, tdk hrs selesai bedah umum juga bisa. Untuk peraturan dapat dilihat di Ärztekammer masing2 Bundesland and biasanya sama.
Q : Kalau mengurus dari Indonesia setelah mendapatkan Beruferlaubnis, apa perlu mengurus arbeitserlaubnis? karena setelah baca di link ABH berlin, dokumen2 kita akan dikirim ke arbeitsagentur untuk mendapatkan Zustimmung. Dan untuk itu diperlukan 3 dokumen: Arbeitsvertrag, Stellenbeschreibung dan Antrag auf Erlaubnis einer Beschäftigung papier. Apa dokumen itu diisi/dilengkapi setelah kita tiba di Jerman? Saya bingung soalnya, setelah saya menghubungi ABH Berlin mereka lalu mengirimkan dokumen beserta Vorabzusage Beruferlaubnis untuk mendapatkan Zustimmung dari arbeitsagentur, tp 3 dokumen diatas blm dipenuhi karena saya belum mendapat visum untuk ke Jerman.
A : Arbeitsvertrag hanya didapat setelah kita menerima berufserlaubinis. Jadi untuk sementara kita hanya bisa memberikan zustimmung penerimaan sebagai Gastarzt di rumah sakit. Stellenbeschreibung itu dibuat oleh rumah sakit, demikian pula Antrag auf erlaubnis einer beschaeftigung.
Q : Apakah diperlukan beasiswa resmi atau dapat juga dengan beasiswa palsu yang didapatkan dari perusahan sembarangan saja ( misalnya dari perusahaan orang tua)?
A : Beasiswa ada bermacam-macam. Yang penting ditulis bahwa ongkos hidup kita dijamin selama pendidikan di Jerman. Ada yang dapat dari perusahaan obat, ada yang dapat dari universitas, ada yang dapat dari Rumah Sakit di jakarta, ada yang dapat dari perusahaan lainnya. Yang penting jangan sampai terlihat bahwa ada hubungan keluarga, karena pemerintah Jerman tidak mau kalau itu berhubungan dengan keluarga. Selama ini sih kita gak pernah tahu kalau ada yang di cek di bank accountnya, apa terjadi pengiriman setiap bulannya. Tetapi pernah terjadi pemerintah jerman (Ausländerbehörde) menelpon perusahaan yang memberikan beasiswa dan bertanya apakah benar atau tidak.
Thursday, March 18, 2010
Informasi studi di Australia dan New Zealand
AMC / Australian Medical Council
http://www.box.net/shared/a0s7ih4lfm
AMC Examinations
http://www.box.net/shared/4c6fth48z9
English Language Proficiency
http://www.box.net/shared/839cl6sy43
NZREX Clinical Handbook for Candidates
http://www.box.net/shared/0aqziqek6j
Kredit dan terima kasih kepada dr. Lanny dari forum FKUAJ yang sudah memberikan informasi ini.
Tuesday, January 26, 2010
Garis besar pengambilan program spesialisasi di Jerman
Pengakuan ijazah kita oleh lembaga di Jerman yang bersangkutan (lihat blog sebelumnya). Ijazah kita harus di periksa oleh Landesamt für Gesundheit, apakah setara dengan di Pendidikan dokter di Jerman.
Dibutuhkan 3 jenis Visa (Berufserlaubnis, Arbeitserlaubnis dan Aufenthaltserlaubnis)
Prinsipnya, ada 2 cara untuk spesialisasi di Jerman:
a. Sebagai penerima Beasiswa (dari lembaga di indonesia dengan bukti tertulisnya), dengan konsekuensi tidak mendapatkan gaji dari rumah sakit di Jerman selama program spesialisasi.
b. Sebagai pegawai di rumah sakit Jerman (menerima gaji bulanan).
Status residen setaraf dengan pegawai, jadi akan menerima gaji seperti layaknya seorang pegawai.
Tetapi untuk menjadi status pegawai, tidak mudah. Banyak yang harus di tempuh. Salah satunya juga ujian persamaan (Kenntnisstandprüfung, yang di maksud sebagai ujian untuk menentukan apakah kualitas kita sama seperti dokter Jerman). Dan biasanya kalau ingin mendapatkan gaji, kemungkinannya akan lebih besar kalau melamar di kota-kota kecil.
2) Apabila perlu menunjukkan jaminan keuangan, berapa besarnya selama setahun?
Dulu saya hanya mempunyai tabungan seperti yang di minta kedutaan Jerman di Indonesia, kalo tidak salah 7200 euro.
3) Berapa rata2 biaya hidup di Jerman selama 1 bulan?
Kalau aku boleh bilang, minimal 600 Euro per bulan. Tapi tentu saja, ini bisa berubah sesuai dengan gaya hidup masing masing.
4) Kalo misalnya aku ingin ambil bedah plastik di Jerman, apakah bidang itu "kursi" yang disediakan sedikit per universitasnya?
Balik ke poin nomor 1. Tergantung kamu mau jadi pegawai, atau mau sebagai Stipendiat. Kalau sebagai Stipendiat, saya rasa kamu pasti akan di terima, karena rumah sakit tidak perlu mengeluarkan budget untuk membayar gaji kamu. Tetapi kalau mau menjadi pegawai, harus berjuang cari lowongan dan prosedur lainnya seperti layaknya orang yang mencari pekerjaan.
5) Apakah cukup kursus bahasa Jerman selama 1 tahun di Goethe?
Sebaiknya kursus Jerman sebaik-baiknya kalau memang mau ke Jerman. Kadang suka dianggap remeh oleh orang Jerman kalau bahasa Jerman kita terlalu minim.
Semoga bisa membantu..
Salam.
Ongkos hidup di Jerman
1. Akomodasi (mulai dari 200 Euro/bulan)
Harga sewa apartemen/Wohnung di Jerman berbeda-beda, tergantung
- besar : jumlah kamar, dapur di dalam/luar, WC di dalam/luar
- lokasi
2. Transportasi (mulai dari 150 Euro/bulan)
Mempergunakan angkutan umum di Jerman sangat mudah dan praktis. Jadwal bis dan kereta sangat jelas di tiap2 stasiun kereta dan pemberhentian bis.
Jenis tiket juga bermacam-macam untuk segala macam kebutuhan. Misalnya untuk yang setiap hari bepergian, lebih baik membeli tiket bulanan. Harga bisa dilihat di internet di website perusahaan angkutan masing2 wilayah.
3. Konsumsi (mulai dari 100 Euro/bulan)
Ini tentu saja tergantung kebiasaan masing2.
4. Asuransi (mulai dari 150 Euro/bulan)
Setiap orang yang tinggal di Jerman diharuskan untuk memiliki asuransi kesehatan (Krankenversicherung/KV).
Ada 2 jenis KV :
- Gesetzliche KV / GKV - biasanya iuran bulanan lebih rendah dan cakupan pelayanan lebih sedikit dibandingkan dengan PKV. Daftar GKV dapat dilihat sebagian di sini
- Private KV / PKV - Daftar PKV dapat dilihat sebagian di sini
5. Biaya lain-lain, misalnya untuk rekreasi dan shopping :)
Jadi sebenarnya dengan +/- 600 Euro/bulan, kita sudah bisa hidup layak di Jerman. Tapi ini semua tergantung gaya hidup kita masing2.
Monday, January 25, 2010
Your enquiry to Dr. Klassen of March 15, 2009 has been forwarded to the Physician Resource Coordination Office (PRCO) of Manitoba Health & Healthy Living for reply.
My name is Gary McIntosh and I am a Liaison in that office, whose role is to help physicians like yourself gain entry to practise medicine in Manitoba.
Dr.Klassen has provided you an excellent resource, the website of www.healthemployment.ca provides all the information you were requesting.
1. In summary, to enter into the International Medical Graduate (IMG) program in this Province, it is essential that you have taken and passed the Medical Council of Canada Evaluating Exam (MCCEE). This is the first step and must be successfully completed before you can move forward.
2. Once you have this exam you would register with our office, be assigned a PRCO registration number and forward your CV to the PRCO for cursory review.
3. Your next step is to register with the College of Physicians and Surgeons of Manitoba (CPSM) directly by filling out an application with them to determine eligibility. Should the College approve your credentials, you would then be in a better position to approach the rural & northern Regional Health Authorities (RHAs) throughout the Province (as identified on the website) about employment offers.
4. The next step is a Pre Screening Interview and you would be able to have an interview with or without an employment offer.
5. However, if you are successful in the interview it is a requirement that you have a contract of employment with an RHA/Manitoba employer to enter the four month Orientation and Clinical Field Assessment.
6. Upon satisfactory completion of the Orientation/Assessment you would begin your practice with your sponsoring employer. In respect to remuneration, the sponsoring employer would pay a basic level of remuneration, plus your insurance and licensure fees during your Orienation/Assessment.
7. In return, you would be required to sign a Return of Service contract committing to remain in the employment of your sponsor for a specified period of time (usually two years)..
Hopefully, this will assist you in understanding the requirements of the process.
As noted, getting started requires the MCCEE and this should be your initial goal.
Once you have that qualification, our office will register you and guide you through the process.
Should you have questions or concerns in the interim, please do not hesitate to contact me at the above noted email address or on my cell phone at (204)918-6712.
I look forward to working with you and we would be delighted to see you working as a physician in the Province of Manitoba. It is a great place to live & work!
Regards,
Gary McIntosh
Liaison, PRCO
Manitoba Health & Healthy Living
Informasi dari University of Iowa, USA
Your inquiry was forwarded on to me since I direct the graduate medical education efforts at the
Here are a few issues for you to consider that may help with your planning:
* International medical graduates can pursue training here in the
* We sponsor both residency training (20programs) and fellowship training which is advanced training after residency (45programs). It sounds like you would be potentially looking for a residency program (e.g. paediatrics, radiology, surgery).
* Individual residency programs each manage their own application and interviewing activities.
* Nationally, application by international graduates is governed by the Educational Commission for Foreign Medical Graduates (ECFMG). I’d suggest that you contact them to get further details.
* ECFMG has certain expectations of international graduates such as taking a Clinical Skills Assessment and an English proficiency test. Additionally, you would need to take standardized tests from the United States Medical Licensure Exam (commonly known as USMLE Step 1&2), and ultimately apply for a Visa.
An additional source of information for you would be from the Electronic Residency Application Service (ERAS) as all
As at most sites in the
Although this sounds like a long and complex process, every year our residencies do accept some international graduates. I’d encourage you to contact the ECFMG and ERAS to learn more about this process. Also you will need to sort out which specialty best suits your aspirations.
Good luck,
Mark
Belajar Kedokteran di Amerika, siapa takut?
Dikutip dari hasil audiensi antara FK Unika Atma Jaya, Senat Mahasiswa FK Atma Jaya, Dr. Ratih Sudharto dan suami. Dikompilasi oleh Bidang Pendidikan dan Profesi Kedokteran (BIDPENDPRO) Senat Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya. Terima kasih kepada: FK-UAJ, dr. Ratih dan suami, rekan-rekan bidang 1 SMFK-UAJ, dan Prianto 2005.
Sebuah kesempatan yang amat baik, ketika ada seorang alumni kita berbagi cerita dengan rekan-rekannya dan mahasiswa. Dr. Ratih Sudharto, alumni FK-UAJ, dan suaminya hadir dalam audiensi „Kiat Melanjutkan Studi di Luar Negeri, khususnya Amerika Serikat“ yang difasilitasi oleh Fakultas Kedokteran UNIKA Atma Jaya. Audiensi ini dilaksanakan pada Rabu, 16 Juli 2008, di Ruangan Studio, Gedung Damianus, Kampus FK-UAJ, mulai pukul 11:00 hingga 12:30 WIB.
Peserta yang hadir pun beragam dari orang tua, dokter alumni, mahasiswa klinik, dan pre-klinik. Pembicara audiensi, dr. Ratih, kini sudah menyelesaikan studinya di Amerika Serikat, yaitu bidang Kedokteran Keluarga dan telah bekerja di sana .
Belajar kedokteran di luar negeri sering menjadi momok yang besar bagi mahasiswa kedokteran. Di balik keinginan untuk memperoleh pengalaman yang lebih luas, namun sering terhambat dengan ketidakpercayaan diri atau keterbatasan ekonomi, bahkan keterbatasan berbahasa.
Menurut dr. Ratih, sebelum kita memutuskan melanjutkan studi ke luar negeri, kita sudah harus mempunyai alasan yang kuat. Kita harus dapat menjawab pertanyaan kepada diri kita: âMengapa saya mengambil spesialisasi di Amerika Serikat?â Jika sudah terjawab, seyogyanya dapat menjadi dasar motivasi yang kuat bagi kita untuk menuntut ilmu. Dedikasi kita pun tidak boleh lemah atau rapuh. Bila lemah, mungkin mengikuti ujian USMLE saja dapat langsung menyerah.
*Perbandingan*
Tentunya kita dapat membandingkan biaya yang harus keluar dari kocek untuk belajar ke Amerika. Selain biaya tiket dan keimigrasian tentunya, biaya ujian USMLE (United States Medical Licensing Examination) sekitar 700 hingga 1.200 USD. Untuk biaya dari tiba di Amerika, ujian USMLE, dan hingga diterima residensi dapat menghabiskan kurang lebih 30.000 USD. Tampaknya memang lebih murah dari spesialisasi dalam negeri.
USMLE STEP 1
Sama seperti kita saat menghadapi EBTANAS, UAN, atau SMPTN, untuk ujian USMLE pun ada semacam bimbel alias bimbingan belajar yaitu Kaplan Course.
USMLE ini adalah ujian untuk mendapatkan lisensi untuk praktik kedokteran di Amerika Serikat. (Untuk informasi lebih lanjut, rekan dapat mengunjungi tautan www.usmle.org). Ada 3 macam ujiannya, yaitu
USMLE Step 1, Step 2, dan Step 3, yang dilakukan secara terpisah.
USMLE Step 1 adalah ujian ilmu sains dasar. Jika kita sudah selesai pre-klinik, kita dapat mengambilnya. Materi yang diujikan adalah ilmu anatomi, ilmu perilaku, biokimia, mikrobiologi, patologi, farmakologi, fisiologi, genetika, ilmu penuaan (aging), immunologi, ilmu gizi, biologi sel dan molekuler. Ujiannya akan terdiri dari 336 butir soal pilihan ganda dan dikerjakan dalam 7 jam.
USMLE STEP 2
USMLE Step 2 adalah ujian pengetahuan kedokteran (clinical knowledge, CK) dan kemampuan kedokteran (clinical skill, CS). Pesertanya harus sudah lulus dari fakultas kedokteran (bergeral dokter atau MD, Medical Doctor). Yang diujikan adalah materi ilmu penyakit dalam (interna), ilmu kebidanan dan penyakit kandungan (obstetrik
> ginekologi), ilmu kesehatan anak (paediatri), ilmu kedokteran pencegahan (preventive medicine), ilmu kedokteran jiwa (psikiatri), dan ilmu bedah (surgery). Pada ujian CK diujikan materi-materi diatas dalam bentuk soal berpilihan ganda. Materi ujian berjumlah 370 butir
dalam 7-8 jam.
Kesulitan yang mungkin dapat dihadapi bagi dokter Indonesia adalah perbedaan prosedur atau tatalaksana dari perawatan penyakit. Misalnya dalam tata laksana appendisitis di Indonesia dilakukan ultrasonografi, sedangkan yang di Amerika adalah langsung dipindai dengan CT-Scan.
Ujian CSnya bermodel seperti OSCE (Objective Structured Clinical Examination) dengan 11 hingga 12 pos-pos stasiun. Di sini kita harus mampu untuk melakukan anamnesa dan pemeriksaan fisik pada pasien yang telah distandarisasi selama 15 menit dan memikirkan diagnosa diferensial selama 10 menit.
Yang dinilai dalam Ujian USMLE Step 2 CS adalah:
• Proses bagai menghadapi pasien
• Pengumpulan data medis
• Dokumentasi
• Kemampuan komunikasi dan interpersonal
• Kemampuan bertanya
• Kemampuan berbagi dan menyampaikan informasi
• Sikap dan hubungan yang profesional
• Mampu berbahasa Inggris dengan baik
USMLE STEP 3
USMLE Step 3 bersifat fakultatif bagi para residen, namun USMLE Step 3 perlu bagi mereka yang menginginkan untuk meraih visa H1.
USMLE Step 3 berupa 480 pertanyaan pilihan ganda dan diujikan selama 2 hari. Peserta akan diberikan simulasi-simulasi kasus yang berbasiskan komputer (computer-based). Jadi dengan program simulasi ini, peserta ditanyakan mengenai tindakan-tindakannya pada kasus tersebut. Ujian ini ingin menguji apakah peserta dapat berpraktik tanpa pengawasan (supervising).
SITUS TERKAIT
Untuk informasi lainnya dapat diakses di www.ecfmg.org, www.usmle.org, www.usmleweb. com, www.usmleworld. com, www.kaptest.com , www.aamcd.org/ students/ eras/, www.ama-assn. org.
VISA
Untuk visa yg umum digunakan oleh international medical graduates adalah H1 dan J-1 atau exchange visitor (bukan G-1), dan informasi mengenai ini bisa ditemui di ecfmg.org.
Visa H1 adalah visa pekerja non-imigran, yang dapat diperpanjang hingga 6 tahun, dan harus meminta green card. Untuk informasi lanjut dapat menanyakan ke kedutaan besar Amerika Serikat atau badan keimigrasian.
PENGAJUAN LAMARAN RESIDENSI
Setelah lulus USMLE yang diperlukan, maka kita akan mendaftarkan diri ke lembaga pendidikan untuk residensi. Ada 3 hal lagi yang perlu disiapkan yaitu surat pengantar dekan (dean’s letter) yang menginformasikana siapa kita, nilai-nilai (IPK, Indeks Prestasi Komulatif atau GPA, Grade Point Average), aktivitas (misalnya, mengikuti Badan Eksekutif Mahasiswa atau Senat Mahasiswa) selama di fakultas kedokteran, surat pernyataan diri (personal statement) seperti surat motivasi, dan pelampiran bila kita memiliki penghargaan, publikasi, atau penelitian. Yang terakhir ini mungkin bisa dikatakan jarang di fakultas kita. Pengalaman meneliti, mempresentasikan, menulis, atau memublikasi hasil karya dapat merupakan sebuah poin tambahan. Bila pendaftaran kita diterima, kita lanjut ke sesi wawancara.
dr. Ratih menambahkan, selama wawancara adalah waktu yang sangat tepat untuk memperlihatkan siapa diri kita, misalnya sikap profesional, ramah, cerdas, sopan, baik dalam berbahasa, dan lainnya. Walaupun nilai USMLEnya sempurna, bila memperlihatkan presentasi yang buruk saat wawancara, akan tetap ditolak.
Jadi, harus siap-siap!
DURASI RESIDENSI
Bila rekan-rekan berminat mengambil interna, dapat dijalani dalam masa 3 tahun. Obs-gyn sekitar 4 tahun, orthopedik 4 tahun, dan lainnya. Ketika ditanyakan oleh salah seorang peserta mengenai menjadi seorang kardiolog, dr. Ratih menginformasikan bahwa untuk menjadi seorang kardiolog, kita harus mengambil residensi interna dahulu, baru kemudian belajar lagi kardiologi selama 3 tahun. Bila kita ingin belajar lebih lanjut lagi, maka masa belajar dapat ditambah lagi. Begitupun dengan ilmu bedah plastik yang harus lulus bedah umum terlebih dahulu.
JENIS RESIDENSI
Ada 3 macam residensi di Amerika yaitu, university-based, community-based, dan campuran keduanya. Bila university-based maka kita akan residensi di rumah sakit universitas dan biasanya lebih ditekankan pada riset. Tipe community-based, peserta residensi akan menjalani proses belajar di rumah sakit non-universitas, sehingga lebih banyak menghadapi tindakan praktis yang ditemui sehari-hari sebagai praktisi medis.
Menurut dr. Ratih, bidang spesialisasi yang sulit di Amerika kini adalah bidang bedah (terutama bedah plastik), ilmu penyakit mata (oftalmologi) , dan ilmu penyakit THT (otolaringologi) . Untuk yang berpenghasilan yang tinggi, yaitu seperti bedah plastik.
Masalah yang dahulu sempat muncul di residensi Amerika adalah jam kerja yang terlalu lama, terutama para dokter bedah. Namun sekitar 2 tahun belakangan ini sudah diterbitkan peraturan bahwa jam kerja tidak boleh lebih dari 80 jam. Masa kerja sudah dijamin oleh pemerintahnya.
*Maka?*
Residensi asal Indonesia sudah cukup banyak di Amerika. Kini, giliran Anda!
Informasi dari Dr. Jungnickel mengenai informasi studi di Jerman
Berufserlaubnis bukan surat izin praktek (dlm arti kecil sih benar, bekerja sebagai dokter ).
Untuk melakukan tugas sebagai dokter (SID) di Jerman diperlukan 2 macam surat ijin:
1. Approbation fuer Aerzte. Ini hanya diberikan kepada dokter2 pemegang warganegara Eropa atau dokter2 yg tidak memiliki kewarganegaraan. atau dokter2 yg sdh melakukan pelayanan kesehatan di daerah yg kekurangan tenaga dokter selama 10-15 thn.
2. Berufserlaubnis nach paragraph 10 der Bundesaerzteordnung . Ini dikeluarkan oleh kantor dinas kesehatan negara2 bagian (bundesland), dan nama kantor ini ditiap Bundesland dapat ber-beda2.
- di Berlin atau di Bayern dokuman ini dikeluarkan oleh Ministerium fuer Gesundheitwesen.
- di Nordrhein Westfalen atau Niedersachsen oleh Bezirksregierung.
- di Hamburg oleh Gesundsheitsbehoerde.
Berufserlaubnis ini waktunya biasanya terbatas, biasanya 1 - 3 thn dan harus diperpanjang kembali minimal 4 minggu sebelum habis masa berlakunya.
Berufserlaubnis ini diberikan kepada dokter2 asing yg diizinkan utk bekerja di German, baik yang tamat di German ataupun di luar German.
Aerztekammer tidak ada hubungannya sama sekali dgn Berufserlaubnis. Aerztekammer hanya mengatur pendidikan dokter spesialis dan kualitas dokter2 yg bekerja di daerah wewenangnya tsb.
Apabila masa pendidikan/ „Weiterbildungsordnung fuer Aerzte“ sudah selesai dan sudah lulus „Facharztpruefung“, maka pengakuan sebagai dokter spesialis akan didapat.
Saya kurang tahu apakah pendidikan Facharzt dari German diakui 100% oleh Depkes Indonesia. Tapi saya rasa dlm hal ini yg penting bukan titelnya, tapi "know how"nya dlm bidang yg telah dibelajari.
Kurikulum utk jadi dokter spesialis di German sangat berbeda sekali dgn di Indo (setahunya saya). Untuk lebih detail bisa minta keterangan sama Aerztekammer.
*tambahan lagi: surat utk membuka praktek/izin praktek di German disebut "Kassenzulassung", yang dapat diperoleh dari Aerztekammer. Setiap dokter yg bekerja sebagai dokter dgn izin dokter yg resmi (tdk perduli apa dgn Approbation atau Berufserlaubnis), wajib menjadi Anggota Aerztekammer di daerah dia bekerja dan akan mendapatkan Arztausweis/ identitas sebagai dokter (berlaku biasanya 5 thn).
Salam,
Dr.med. I.Jungnickel
Alumni FKUAJ 1970
Alumni Univ. Giessen 1977
Alumni Univ. Hamburg 1981
Monday, March 2, 2009
Berufserlaubnis / Visa Profesi - pengalaman dari Berlin
- Schriftlicher Antrag / permohonan tertulis
- Lebenslauf unter Berücksichtigung des Ausbildungsganges / CV dengan titik berat sesuai dengan jalur pendidikan
- Geburtsurkunde, ggf. Namensänderungsurkunde (z.B Heiratsurkunde) / Akte kelahiran, disertai dengan surat keterangan ganti nama apabila ada (misalnya akte perkawinan)
- Nachweis über die Staatsangehörigkeit (Paß o.ä) / Tanda bukti kewarganegaraan (misalnya Pasport)
- Amtliches Führungszeugnis, das nicht früher als einen Monat vor der Vorlage ausgestellt sein darf (kann im Land berlin bei der Meldestelle beantragt werden) / surat kelakuan baik, dibuat maksimal 1 bulan sebelum mengajukan permohonan Berufserlaubnis (dapat dibuat di Meldestelle Berlin)
- Amtliches Führungszeugnis aus dem Heimatland o.ä. / surat kelakuan baik dari negara asal (dari polisi)
- Erklärung darüber, ob gegen den antragsteler/die Antragstellerin ein gerichtliches Strafverfahren, staatsanwaltschäftliches Ermittlungsverfahren oder berufsrechtliches strafverfahren anhängig ist (eigene Erklärung) / membuat surat keterangan mengenai apakah pemohon sedang terlibat dalam masalah hukum
- Ärztliche Bescheinigung, die nicht früher als einen Monat vor der Vorlage ausgestellt sein darf, aus der hervorgeht, dass der Antragsteller/in nicht in gesundlicher Hinsicht zur Ausübung des Berufs ungeeignet ist / surat keterangan dari dokter, menyatakan pemohon dalam keadaan sehat dan mampu menjalani bidang pekerjaan yang dipilih, surat dibuat maksimal 1 bulan sebelum permohonan pembuatan Berufserlaubnis
- Zeugnis über die ärztliche/zahnärztliche/tierärztliche bzw. pharmazeutische Prüfung / surat bukti mengikuti ujian pendidikan sarjana kedokteran/ kedokteran gigi/ kedokteran hewan atau farmasi
- Nachweis der abgeschlossenen ärztlichen/zahnärztliche/tierärztliche bzw. pharmazeutische Ausbildung / Ijazah kelulusan pendidikan profesi kedokteran/ kedokteran gigi/ kedokteran hewan atau farmasi
- Nachweis über die Berechtigung zur uneingeschränkten Ausübung der ärztlichen/zahnärztliche/tierärztliche bzw. pharmazeutische im Heimatland bzw. Studienland / surat ijin praktek kedokteran/ kedokteran umum/ kedokteran hewan atau farmasi di negara asal
- Bescheinigung des gesundheitministeriums des Heimatlandes, dass und warum die Weiterbildung/Fortbildung auf einem eindeutig bezeichneten Gebiet in der Bundesrepublik Deutschland gewünscht wird und wo und in welcher Funktion die erworbenen kenntnisse nach der Rückkehr eingesetzt werden sollen / surat keterangan dari badan kesehatan di negara asal, mengenai alasan permohonan pendidikan lanjutan ke negara Jerman, dan bagaimana ilmu ini nantinya akan diterapkan kembali di negara asal
- Nachweis deutscher Sprachkenntnisse (z.B durch ein staatlich anerkanntes Sprachinstitut) / surat keterangan keahlian bahasa Jerman, misalnya dari lembaga bahasa ternama di negara asal (yang diakui, misalnya Goethe Institut)
- Zeugnisse über die bisherige ärztliche /zahnärztliche/tierärztliche bzw. pharmazeutische Tätigkeit / surat keterangan kegiatan kedokteran/ kedokteran gigi/ kedokteran hewan atau farmasi sampai saat permohonan Berufserlaubnis diajukan
- Nachweis der Zuständigkeit (zB Einstellungszusage aus dem Land Berlin) / surat yang menyatakan pemohon sudah diterima di salah satu lembaga pendidikan di Jerman
- Aufenhaltserlaubnis, die eine Arbeitsaufnahme nicht ausschließt / surat ijin tinggal yang juga menyatakan bahwa pemohon diperbolehkan untuk bekerja di Jerman
Semoga membantu & God bless you
Darmady Darmawan
Wednesday, February 4, 2009
Informasi spesialisasi di Jerman
Spesialisasi di Jerman tidak seperti di Indo atau negara lain. Disini spesialisasi dianggap sebagai profesi.
Jadi selama spesialisasi harusnya dibayar/digaji setiap bulan, tapi karena kita WN asing, kita tidak mendapatkan hal tsb.
Untuk spesialisasi (Facharztausbildung) di Jerman kita memerlukan 3 jenis visa:
- Arbeitserlaubnis (visa kerja), karena status kita pekerja, bukan mahasiswa (student). Biasanya dapat untuk 1-2 tahun dan harus rutin diperpanjang sesuai masa berlakunya.
- Berufserlaubnis (visa profesi, dikeluarkan oleh Landesamt für Gesundheit). Biasanya untuk 2 tahun.
- Aufenhaltserlaubnis (ijin tinggal). Ini tergantung dari Arbeitserlaubnis. Biasanya dapat 1 tahun. Biasanya pertama kali kalo urus dari indo, dapat hanya untuk 3 bulan. Waktu 3 bulan ini dipergunakan untuk mengurus ijin2 yang lainnya untuk masuk spesialiasi.Dan seandainya makan waktu lebih dari 3 bulan, ijin tinggal ini dapat diperpanjang lagi di Ausländerbehörde (kantor imigrasi Jerman untuk orang asing)
First step:
- browsing di internet mengenai jurusan spesialiasi yang diinginkan. Biasanya www.uni- (nama kota).de,contohnya www.uni-bonn.de, or www.uni-berlin.de, dll.
- Dari situ bisa cari jurusan medizin, dan biasanya keluar daftar rumah sakit pendidikannya.
- cari nama profesor kepala bagian jurusan yang ingin diambil, dan mulai korespondensi dengan prof tsb. Isinya berupa surat perkenalan, dan mungkin ditambah informasi bahwa kamu mendapatkan beasiswa (stipendium) dari indo (liat dibawah mengenai keterangan beasiswa). Jadi dia akan tau bahwa kamu tidak perlu dibayar. Karena spt yang sudah saya bilang, spesialiasi di Jerman adalah bekerja, dan dapat gaji, jadi biasanya jatah pekerja di rumah sakit di batasi sehingga mereka tidak bisa menghire pekerja baru, apalagi orang asing yang notabene bahasa Jermannya masih belum lancar.
Dokumen2 yang harus diurus:
- akte kelahiran.
- ijazah Sked dan transkrip nilai Sked.
- ijazah dokter dan transkrip nilai dokter.
- surat kolegium IDI( piagam pengakuan keprofesian dokter) yang menyatakan kamu sudah menyelesaikan pendidikan dokter dan tidak pernah malpraktek. Kalau dari universitas lain, gak tau deh ya ada atau gak.
- surat keterangan anggota dari IDI. Kamu harus jadi anggota dulu, daftar ke IDI. Jadinya setelah 1 bulan kalo gak salah.
- surat tunda ptt. Tapi tidak usah dilegalisir (begläubigen) dan tidak usah diterjemahkan ke bahasa Jerman. Kalau sudah ptt malah lebih bagus, nah yang ini mungkin ada gunanya diterjemahkan.
- surat rekomendasi kampus or dokter spesialis or profesor bidang yang mau dipelajari.
- surat keterangan beasiswa, dari rumah sakit atau lembaga tertentu. Banyak kenalan sih yang buat dari perusahaan orang tua or perusahaan apa aja dengan jumlah kira2 1000 euro per bulan. Ini formalitas aja, cuma untuk memenuhi persyaratan. Isinya kira kira: si x pernah bekerja dengan kami sejak...sampai..... Saat ini dia akan melanjutkan speisalisasi di Jerman. oleh karena itu, kami akan mengirimkan uang ke rekening pribadinya setiap bulan sebanyak xxxx euro.
- surat bukti sumpah dokter.
- sertifikat zd dan atau zmp dari Goethe institut (Jl. Sam Ratulangi, Menteng Jakarta). Bisa kursus juga di sana or kursus privat. Info terbaru dari Frau Wulan (Guru les bahasa Goethe), sekarang tidak usah ambil zd, bisa langsung ambil zmp. Tapi bener-bener bahasa Jerman ini amat sangat penting untuk dimantepin, karena kalian belom tentu ada waktu lagi untuk ekstra les bahasa disini.
- surat keterangan izin belajar dari Dinkes jalan kesehatan, Tomang (untuk yang tinggal di Jakarta). Contact person : ibu Erry.
- surat keterangan izin belajar di luar negeri dari Depkes (contact person : ibu Yuli, Depkes lantai 4, bagian kepegawaian telp 5201590 ext 4005, hp 0816 134 7867)
Untuk dokumen nomor 11 dan 12 ini, cuma bisa didapat kalau kamu sudah dapat surat penerimaan dari rumah sakit yang mau menerima kamu di Jerman. Tinggal bawa surat penerimaan tsb beserta fotokopi ijazah dan foto. Dulu sih tidak perlu bayar, hanya kasih uang cape aja ke ibu Yuli.
Surat penerimaannya sebelumnya perlu diterjemahkan dulu ke bahasa indo, terjemahin sendiri aja cukup kok. Kalau ada pertanyaan langsung aja hubungi ibu Yuli.
Ingat, tinggalkan kopi dokumen masing2 terjemahan dan asli bahasa indo di tempat kamu tinggal (rumah). Untuk jaga2 seandainya kamu perlu urus apa, kan jadinya gampang karena di rumah sudah ada arsipnya.
Informasi penerjemah:
Kalau mau ke Akhmad Robani aja, lokasinya di Kebayoran Lama. Tarifnya paling murah, dapat 5 lembar harganya kalo gak salah 60 ribu, yang lain 75 ribu.
Daftar penerjemah bahasa Jerman yang diakui dan formulir permohonan visa bisa diminta di lantai 1 kedutaan Jerman di Indonesia (Jl. M.H. Thamrin di Jakarta) atau kantor perwakilan kedutaan Jerman di kota2 besar lainnya di Indonesia.
Kalau sudah selesai, masukkan semua berkas2 ke kedutaan lantai dasar, sekalian jg berkas2 yang mau dilegalisasi juga, jangan sedikit2, soalnya kalau bolak balik minta dicap, akan dikenakan biayanya berulang kali juga. Biaya untuk 1 kali beglaubigen itu 250 ribu perlembarnya kalo tidak salah. Jadi kalo ada 5 dokumen masing2 5 lembar kan 25 lembar, nanti bayar 25 kali 250 ribu itu kan mahal banget.
Tapi kalau sudah terlanjur dimasukkan dan ternyata masih ada yang di beglaubigen, tidak usah 5 yang dibeglaubigen, 1 aja cukup. Nanti kasih ke Jerman-nya yang fotocopy aja.
Dokumen penting lainnya:
- bank note (surat jaminan dari bank). Terserah bank apa saja. kalo aku sih Bank Mandiri , minta contoh suratnya dari kedutaan (lantai 1 juga).
- lebenslauf/CV dalam bahasa Jerman. Bisa minta tolong ke Frau Wulan/ guru Goethe/ or guru privat kalian/ buat sendiri.
Waktu daftar untuk permohonan visa, jangan kasih tau info apa2 selain bestätigung dari sekolah bahasa, jaminan keuangan, form keuangan dari kedutaan, rekening bank dan formulir permohonan visum plus pasfoto.
Tidak perlu kasih STTB SMA atau segala macam. Dari pengalaman pribadi sih , kalau kita mengaku dokter malah akan bermasalah, visanya lama sekali keluarnya.
Maka dari itu kalau apply visum bilang aja mau sekolah bahasa. Dan seandainya tetep aja ketauan kamu dokter, terus aja bilang cuma mau sekolah bahasa. Jangan bilang mau spesialisasi, karena kalau tertulis di komputer mereka bahwa kita mau spesialisasi, visa kita bakal lama keluarnya. Kita jadi harus urus semuanya dari Indo (berufserlaubnis, aufenthaltserlaubnis und arbeitserlaubnis).
Pengalaman saya ngurus semua itu dari indo, dibantuin oleh orang indo yang ada di Jerman, tetep aja makan waktu 1 tahun lebih!!!!!
Udah dulu kali ya. Seandainya masih ada pertanyaaan apa tanya aja. Informasi ini diforward aja untuk semua yang membutuhkan. Jangan pelit informasi, jangan takut bersaing atau ada pikiran picik tidak mau orang lain berhasil juga. Kan diberkati untuk memberkati.
Ok deh, selamat mengurus, dan good luck..
gbu
Darmady Darmawan
Pendidikan Spesialisasi di Jerman
Sistim pendidikan spesialisasi di Jerman menganut sistim pendidikan berdasarkan jumlah tahun, dimana program rotasi tergantung dari rumah sakit yang mendidik dan bagian yang diambil. Pendidikan spesialisasi dapat dilakukan di rumah sakit-rumah sakit yang mempunyai hak untuk mendidik, jadi bukan cuma di RS pemerintah tetapi juga di RS swasta atau bahkan tempat praktek yang mempunyai hak untuk mendidik.Residensi di Jerman merupakan pekerjaan. Orang Jerman mendapatkan gaji tahunan kotor sekitar Euro 36.000 pertahun. Dimana gaji akan naik setelah tahun2 tertentu.
Kebanyakan dari kita yang datang dari Indonesia, datang dengan membawa sumber keuangan tersendiri. Ada beberapa yang datang dan dari awalnya digaji. Tetapi dari pengalaman yang dikumpulkan biasanya, yang digaji dari awal datang di RS swasta di kota-kota yang tidak begitu besar atau bekas daerah Jerman Timur. Yang tergolong kota besar a.l adalah Berlin, Frankfurt, Köln, Düsseldorf, Hannover.
Di Jerman sendiri distribusi dokter tidak begitu merata. Bahkan dikatakan bahwa mereka sedang butuh dokter, sehingga banyak dokter-dokter asing yang masuk (terutama dari Rusia atau negara eropa timur). Di daerah bekas Jerman Timur biasanya dokternya kurang sehingga lebih mudah untuk dapat tempat spesialisasi, bahkan bisa dibayar. Kalau menurut pengalaman yang dikumpulkan untuk mendapatkan gaji, mungkin akan lebih mudah untuk memulai di daerah bekas Jerman Timur atau kota yang tidak begitu besar. Setelah itu baru pindah atau mencoba untuk pindah di kota yang lebih besar atau RS pendidikan yang lbh besar.
SYARAT-SYARAT
Apa yang dibutuhkan untuk dapat menjalani program pendidikan spesialisasi:
- Surat penerimaan dari Rumah Sakit, dimana kita akan bekerja (Eine Zusage)
- Ijin tinggal (eine Aufenthaltserlaubnis)
- Ijin praktek (Berufserlaubnis atau Approbation)
- Ijin kerja (Arbeitserlaubnis, optional tergantung dari negara bagian)
- Surat penerimaan (Eine Stellezusage). Biasanya surat dari Professor atau Kepala bagian.
Ijin tinggal.
Untuk yang mengurus dari Indonesia, harus di urus di Kedutaan RFJ di Jakarta. Surat-surat dari Indonesia akan dikirim ke Jerman, ke negara bagian dimana program spesialiasisi akan diadakan (biasanya dari Ausländerbehörde). Negara bagian tersebut yang akan mengeluarkan ijin tinggal.
Untuk yang mengurus dari Jerman, harus mengurus surat ijin tinggal ini di Ausländerbehörde.Biasanya ijin dikeluarkan untuk jangka 1, 2 atau maksimal 3 tahun.Paling penting untuk mengurus ijin tinggal adalah surat penerimaan. Biasanya mereka akan meminta ijin praktek, tetapi karena pengurusan ijin praktek sendiri sebenarnya membutuhkan ijin tinggal, kita bisa beralasan bahwa hal ini sedang diurus dan apabila mereka maksa, dapat menghubungi departemen yang bersangkutan sendiri.
Ijin praktek (Beruserlaubnis).
Yang dibutuhkan biasanya surat penerimaan, ijin tinggal dan ijin kerja (tergantung dari negara bagian). Biasanya mereka minta ijin tinggal juga (lihat nomor 2), dan bisa kita bilang bahwa sedang diurus dan akan kita lampirkan begitu selesai. Pengurusan tergantung dari Negara bagian.
Di Berlin, diurus di Landesamt für Gesundheit und Soziales.
Di Göttingen dan Hannover diurus di Ikatan Dokter Niedersachsen (Ärztekammer Niedersachsen).
Di Aachen - informasi menyusul .
Di Gießen - informasi menyusul .
Ijin Kerja (Arbeitserlaubnis).
Surat ini dibutuhkan di negara-negara bagian tertentu. Diurus di Arbeitsamt (Departemen Tenaga Kerja). Di Berlin dibutuhkan untuk para penerima beasiswa. Bagi yang menerima gaji dibutuhkan ijin kerja apabila bekerja di RS yang tidak melakukan penelitian (biasanya RS Swasta).
Di RS yang melakukan penelitian (Di Berlin, RS Charite) tidak diperlukan ijin kerja.
Di tempat lain dibutuhkan input dari rekan-rekan lainnya.
Denio Ridjab
Herzliche Wilkommen!
Yah, untuk kamu-kamu yang mengunjungi blog ini, pastinya kalian punya niat untuk mengambil spesialisasi di Jerman.
Blog ini dibuat sebagai sarana komunikasi kalian dengan orang-orang yang sudah memiliki pengalaman di dalam hal ini. Disini kalian dapat membaca a.l mengenai tata cara, tips dan info-info yang sangat menunjang saat mengurus ijin studi.
OK deh, ngga usah panjang-panjang introduksinya, kami berharap informasi yang tersedia akan sedikit banyak dapat membantu kalian.
Selamat membaca!